sarvisclub.com – Situasi penjaga gawang Edmonton Oilers mengalami perubahan signifikan dalam pekan ini setelah General Manager Stan Bowman menandatangani Frederik Andersen, penjaga gawang pemenang Piala Stanley, dan melakukan perdagangan dengan Buffalo Sabres untuk mendapatkan Devon Levi. Hal ini muncul sebagai respons terhadap masalah besar yang dihadapi Edmonton dalam posisi penjaga gawang selama beberapa tahun terakhir.
Bowman menyadari bahwa dia tidak bisa mempertahankan tandem veteran Tristan Jarry dan Connor Ingram untuk musim 2026-27 mendatang. Saat ini, Jarry masih terikat kontrak selama dua tahun ke depan dengan biaya gaji sebesar $5,375 juta per musim. Sementara itu, Ingram harus pergi, sehingga tandem utama Edmonton kini adalah Jarry dan Andersen.
Namun, pertanyaan besar belum terjawab: bagaimana pelatih baru Oilers, Mike Babcock, akan membagi waktu bermain antara Jarry dan Andersen? Terlebih lagi, ada risiko nyata overuse yang dapat membuat Andersen mengalami cedera, mengingat ia belum pernah bermain lebih dari 35 pertandingan dalam satu musim sejak 2021-22.
Pada musim reguler 2025-26, Andersen memiliki persentase penyelamatan 0.874 dan rata-rata gol yang kebobolan 3.05, menunjukkan performa yang tidak stabil. Sementara itu, Jarry mencatatkan angka buruk saat membela Oilers, dengan persentase penyelamatan 0.858 dan rata-rata gol yang kebobolan 3.86 dalam 19 pertandingan.
Jika Jarry mengalami masalah, ada kemungkinan Levi, yang memiliki potensi tetapi belum menunjukkan konsistensi di NHL, mendapatkan kesempatan. Menghadapi tekanan tinggi, Andersen yang berusia 36 tahun memasuki situasi krusial dengan Oilers yang berharap untuk meraih gelar juara.
Keputusan Babcock dalam mengelola kedua penjaga gawang ini bisa menjadi penentu kesuksesan Edmonton di musim 2026-27 dan seterusnya.