sarvisclub.com – Buffalo Sabres memulai musim reguler 2025-26 dengan performa kurang memuaskan, mencatatkan hasil 5-8-4 yang membuat manajer umum, Kevyn Adams, kehilangan jabatannya. Namun, meski awal yang buruk, tim ini berhasil bangkit dengan meraih 45 kemenangan dan hanya 15 kekalahan dalam sisa musim, menjadikannya sebagai tim terbaik di Divisi Atlantik yang sangat kompetitif.
Pada babak pertama playoff Stanley Cup, Buffalo berhasil mengalahkan Boston Bruins, sebelum akhirnya tersingkir oleh Montreal Canadiens dalam tujuh pertandingan di babak kedua. Hal ini menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam performa tim. Dari penilaian yang akan diberikan kepada pemain, pelatih, dan manajemen, banyak yang memberikan nilai positif terhadap perkembangan tim Buffalo musim ini.
Pelatih Lindy Ruff, yang dianggap berada dalam tekanan untuk memberikan hasil yang lebih baik, akhirnya mendapatkan nilai A- dalam penilaian. Di usia 66 tahun, Ruff harus berjuang di awal musim untuk mempertahankan posisinya. Berkat keberhasilan tim meraih 13 kemenangan dari 14 pertandingan setelah awal yang buruk, Ruff dapat memaksimalkan potensi pemain-pemainnya.
Namun, ada beberapa faktor yang menghalangi Ruff mendapatkan nilai sempurna, termasuk awal musim yang mengecewakan dan peringkat timnya di permainan power play yang berada di posisi ke-21 dengan efisiensi 19,5 persen. Meskipun Ruff merupakan legenda di Buffalo dan baru-baru ini mendapatkan perpanjangan kontrak dua tahun, tekanan untuk mempertahankan performa tim tetap tinggi. Sabres tidak dapat menoleransi penurunan performa, sehingga masa depan Ruff sangat bergantung pada hasil di musim mendatang.