[original_title]

Reaksi Atlet yang Dilewatkan untuk Tim Olimpiade

sarvisclub.com – Topik tentang “penolakan di Olimpiade” akan terus diperbincangkan hingga dimulainya Olimpiade Musim Dingin 2026 di Milan. Saat ini, banyak pihak yang menganalisis atlet-atlet berprestasi yang tidak terpilih untuk tim nasional mereka. Dua nama yang sedang diperhatikan adalah Cole Caufield dan Jason Robertson, yang memiliki statistik mencolok di NHL baru-baru ini.

Caufield, menjadi pejejak kedua terbanyak gol bagi pemain Amerika dengan sepuluh gol. Di sisi lain, Robertson berhasil mencetak 30 gol, menjadikannya salah satu penyerang teratas meski tidak terpilih untuk Olimpiade. Sementara itu, Mark Scheifele berada di posisi keempat dalam daftar poin pemain Kanada dengan total 37 poin.

Psikolog olahraga terkemuka, Dr. Alicia Naser, menjelaskan bahwa penolakan seperti ini sering kali berdampak lebih dalam daripada yang terlihat. Menurutnya, banyak atlet menjadikan kesempatan berkompetisi di tingkat internasional sebagai bagian dari identitas mereka. Ketika kesempatan tersebut hilang, atlet bisa mengalami respons psikologis yang kuat, seperti rasa frustrasi atau keraguan.

Naser juga menekankan pentingnya pengaturan emosi sebagai kunci untuk mempertahankan performa tinggi. Banyak atlet yang berusaha kembali membuktikan diri setelah tidak terpilih. Namun, motivasi mereka bisa bervariasi; sebagian bisa berusaha dengan semangat balas dendam, sementara yang lain mungkin lebih fokus pada peningkatan teknis dan konsistensi.

Sementara itu, para atlet tetap berusaha membuktikan kemampuan mereka di liga, menunjukkan betapa pentingnya identitas dan pengakuan dalam karier mereka. Penarikan diri dari tim nasional tidak hanya soal atletik, tetapi juga berkaitan dengan rasa diri dan persepsi sosial mereka di kalangan rekan-rekan sejawat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *